Maafkan aku adindaku,
Bila aku tak bisa menahan cuaca yang berubah semena-mena yang mengantar demam padamu tanpa kau minta..
Maafkan aku bila aku tak paham doa-doa sunyimu,
Tak peka akan mimpi-mimpimu,
Yang kau sampaikan lewat matamu yang bening,
Lewat halus keningmu yang hening..
Kita belum genap belajar saling mencintai,
Maka padamulah, adindaku, aku tak henti mengaji..
(281110)
Sunday, 28 November 2010
Saturday, 27 November 2010
Mintalah Hati Yang Damai
Dewa Vishnu sudah bosan mendengarkan permohonan salah seorang penyembahnya, hingga suatu ketika ia menampakkan diri di hadapannya dan berkata: 'Sudah kuputuskan, aku akan memberikan tiga hal, apa pun yang kau minta. Sesudah itu, tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi.'
Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan yang pertama. Ia meminta, agar isterinya mati sehingga ia dapat menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. Permohonannya dikabulkan dengan segera.
Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul menghadiri pemakaman isterinya, dan mulai mengenangkan kembali semua sifat baiknya, penyembah ini sadar bahwa ia telah bertindak terlampau gegabah. Saat itu ia menyadari bahwa dulu ia buta terhadap segala kebaikan isterinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik dia?
Maka ia memohon kepada dewa, agar menghidupkan isterinya kembali. Kini permohonannya tinggal satu lagi. Ia bermaksud tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, karena ia sudah tidak akan sempat memperbaikinya lagi. Ia bertanya kemana-mana. Beberapa kawannya menasehatinya, agar ia minta diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup, kata kawannya yang lain, kalau badannya tidak sehat? Dan untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang kalau tidak punya sahabat?
Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga dapat memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan berkata kepada dewa: 'Berkenanlah kiranya Dewa memberi nasehat, apa yang sepantasnya saya minta?'
Melihat kebingungan orang itu, Vishnu tertawa dan berkata:
'Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu.'
(dikutip dari : Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, cetakan 7,1994)
Tuesday, 23 November 2010
Info Job Fair di UNDIP Semarang. Jawa Tengah 2 - 4 Desember 2010
Untuk informasi lebih detail, silahkan teman-teman menghubungi hotline yang tertera dalam brosur tersebut.
Tuesday, 16 November 2010
Tuesday, 26 October 2010
Tips Ampuh Memenangkan Segala Macam Judi
Sahabat, satu-satunya cara paling ampuh memenangkan judi adalah dengan cara tidak memainkannya. Selama anda masih memainkannya, berapapun nilai kemenangan anda percayalah kekalahan yang lebih besar telah menunggu anda. Kemenangan dalam judi cuma bersifat sementara. Membuat orang penasaran. Kalau kita merasakan menang, kita ingin menang lebih besar lagi. Kalau kita kalah, kita ingin terus mencoba agar dapat menang. Demikian seterusnya sampai apa yang kita pertaruhkan habis. Dan yang paling penting, hasil dari perjudian itu gak barokah lho. So, stay away from gambling.
NB : semoga posting singkat ini bermanfaat
NB lagi : Penulis juga adalah mantan penjudi lho.. hehehe…
NB lagi, terakhir: Teman-teman yang masih bermain judi, jangan marah ya… Piss.. :)
NB lagi ya, terakhir.. swear!!! : eh, gak jadi deh.. Hahahaha….
Mengingat Kembali Ajaran Semar : Tadah, Pradah, Ora Wegah
Ada tiga ajaran semar yang benar-benar bisa menyentuh ke lubuk hati saya. Ajaran ini juga tampaknya sama seperti yang diterapkan oleh beberapa orang dekat yang sudah saya kenal hingga terasa lebih “menancap” di hati. Mereka tidak pernah mengajari ini lewat kata-kata pada saya, tapi lewat keteladanan langsung. Saya sendiri baru sadar ternyata ini mirip juga dengan ajaran semar ini setelah secara “tak sengaja” masuk ke web om Sujiwo Tedjo saat googling tentang semar. Sepertinya anak-anak muda jaman sekarang sudah sangat langka yang tertarik dengan hal-hal seperti ini sehingga ada rasa yang mendorong saya untuk menuliskan ajaran luhur itu kembali.
Ketiga ajaran tersebut adalah :
1. Tadah : Tadah itu berarti kita tak meminta apapun. Doa kita tak lain berisi terima kasih. Doa kita Cuma mensyukuri apapun. Apapun saja yang sudah kita capai. Alhamdulillahirobbil’alamiin, Maturnuwun Gusti, Terimakasih Tuhan, Thanks God…
2. Pradah : Pradah, berarti ikhlas sharing apapun yang jadi potensi kita buat sesama, baik itu ilmu, tenaga, pikiran, ataupun harta. Ikhlas bisa berarti pemberian tanpa pamrih, hanya berharap RidhoNya semata. Illahi anta maqsudi, wa ridhoka matlubi.
3. Ora Wegah : Ora Wegah, artinya tidak pilih-pilih. Entah itu pekerjaan besar ataupun pekerjaan kecil, sekali kita komit menjalaninya ya harus kita jalani dengan total. Jangan setengah – setengah.
Kalau kita sudah bisa menjalani Tadah, Pradah, dan Ora Wegah ini, kata Semar, kita bisa Nunggang Rasa Ngadep Urip alias Mengendarai Perasaan Mengarungi Hidup. Perasaan tidak memperdaya kita, tapi tetap menjadi alat buat kita untuk menjalani hidup. Dan kalau kita sudah bisa Nunggang Rasa Ngadep Urip, kata Semar, kita akan Ora Nduwe Ning Nek Butuh Ono, alias tidak berlebihan tapi kalau pas lagi butuh ada saja jalan keluar bagi kita buat mendapatkan kebutuhan itu.
Monday, 25 October 2010
Penyebab Hati Kita Tak Bahagia
Wahai Sahabat, tahukah kau sifat-sifat manusia yang menyebabkan hati kita tidak bahagia..
Marilah satu persatu kita eja,
Pertama, sifat pemarah yang membuat kita mudah terjerumus dalam angkara
Kedua, sifat pendendam ibarat mengumpulkan lahar dalam dada
Ketiga, sifat dengki yang amal baik bisa terhapus olehnya
Keempat, sifat bakhil senantiasa merasa orang lain menginginkan sesuatu dari kita
Kelima, sifat tamak membuat kita tak bersyukur atas semua nikmat yang ada
Keenam, sifat tak sabar membuat kita sering salah dalam melangkah, seperti musafir buta tanpa peta
Ketujuh, sifat egois. Hanya membuat anda jauh dari rahmatNya
Kedelapan, sifat riak yang ujung jalannya hanyalah rasa kecewa
Kesembilan, sifat cinta dunia membuat mata hati kita buta, tak bisa melihat kebenaran sejati yang ada
Sahabat, aku juga belum bisa menjauhi itu semua..
Tapi dengan berbagi, aku berharap bisa bermanfaat bagi kita semua
Sama-sama belajar demi mendapat ridho Nya
Semoga sahabat bisa mencerna setiap perkataan yang ada
Tulisan ini sebagai sedikit oleh-oleh sederhana untuk sahabat-sahabat tercinta…
Subscribe to:
Posts (Atom)



